PENGERTIAN PASAR DAN PEMASARAN
Pasar
adalah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli, atau, lebih jelasnya,
daerah, tempat, wilayah, area yang mengandung kekuatan permintaan dan penawaran
yang saling bertemu dan membentuk harga. Faktor yang menunjang terjadinnya
pasar, yakni : keinginan, daya beli, dan tingkah laku dalam pembelian. Pemasaran adalah proses perpindahan barang dan/atau jasa
dari produsen ke konsumen, atau semua kegiatan yang berhubungan dengan arus
barang dan/atau jasa dari produsen ke konsumen.
KONSEP-KONSEP
INTI PEMASARAN
Pemasaran
dapat dipelajari lebih jauh dengan mengenal konsep-konsep inti pemasaran yang
dapat digambarkan sebagai berikut :
1.
Kebutuhan
Kebutuhan
adalah suatu keadaan perasaan yang membutuhkan pemenuhan terhadap sesuatu,
seperti makanan, pakaian, perumahan, harga diri, rasa aman, dan kasih sayang.
2.
Keinginan
Keinginan
adalah kebutuhan yang dibentuk oleh budaya dan pribadi seseorang.
3.
Permintaan
Permintaan
adalah kebutuhan/keinginan manusia yang didukung oleh daya beli.
4.
Produk
Produk
adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk mendapatkan perhatian,
untuk dimiliki, digunakan, ataupun dikonsumsi dalam rangka memenuhi kebutuhan
dan keinginan.
5.
Pertukaran
Pertukaran
adalah kegiatan untuk memperoleh barang/jasa yang diinginkan dari pihak lain
dengan memberikan sesuatu sebagai gantinya.
6.
Transaksi
Transaksi
mengandaikan adanya nilai-nilai yang dipertukarkan diantara dua pihak.
Transaksi melibatkan sedikitnya dua barang/jasa yang bernilai, syarat-syarat
yang disepakati, waktu kesepakatan, dan tempat kesepakatan.
7.
Pasar
Pasar
adalah himpunan pembeli nyata pembeli potensial atas suatu produk.
MANAJEMEN
PEMASARAN
Manajemen
pemasaran adalah suatu analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian
dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membngun, dan
mempertahankan pertukaran yang bermanfaat dengan pembeli untuk mencapai
tujuan-tujuan organisasi.
Keadaan Permintaan dan Tugas Pasar
Ada
delapan keadaan permintaan yang berbeda-beda. Pada tiap keadaan, ada tugas
tertentu yang harus dilakukan manajemen pemasaran.
1. Permintaan negatif (negative demand)
Tugas pemasar adalah menganalisis
mengapa pasar tidak menyukai produk, dan apakah suatu program pemasaran dapat
mengubah kepercayaan dan sikap pasar melalui perancangan kembali produk, harga
yang lebih rendah, dan promosi yang lebih positif.
2. Tidak ada permintaan (no demand)
Tugas pemasar adalah menemukan cara
untuk menghubungkan manfaat produk dengan kebutuhan dan minat pasar.
3. Permintaan terpendam (latent demand)
Tugas pemasar adalah mengukur besarnya
pasar potensial ini dan mengembangkan barang serta jasa yang akan memuaskan
permintaan terhadap produk tersebut.
4. Permintaan yang menurun (falling
demand)
Tugas pemasaran adalah meningkatkan
kembali permintaan yang menurun melalui upaya pemasaran kembali produk
bersangkutan dengan cara yang kreatif.
5. Permintaan yang tidak teratur
(irregular demand)
Tugas pemasaran adalah menemukan cara
untuk pola waktu permintaann melalui cara penentuan harga yang lebih fleksibel,
promosi, dan rangsangan lainnya.
6. Permintaan penuh (full demand)
Tugas pemasaran adalah mempertahankan
tingkat permintaan ini direngah perubahan selera konsumen serta meningkatnya
persaingan.
7. Permintaan yang berlebihan (overfull
demand)
Tugas pemasaran adalah melakukan
demarketing, yaitu menentukan cara untuk mengurangi permintaan sementara maupun
permanen, seperti dengan menaikan hargaa, mengurangi promosi, ataupun aktivitas
pelayanan.
8. Permintaan yang tidak sehat
(unwholesome demand)
Tugas pemasaran adalah mengajak orang-orang yang
menggemari produk-produk ini untuk mengurangi atau meninggalkannya, dengan peningkatan
harga, memberikan ancaman bagi yang menggunakan, maupun mengurangi ketersediaan
produknya.
Falsafah Manajemen Pemasaran
Falsafah
yang dapat memberikan tuntunan kepada usaha pemasaran, sehingga akan tercapai
keseimbangan antara kepentingan organisasi, konsumen, dan masyarakat. Falsafah
tersebut diimplementasikan dalam bentuk konsep untuk memudahkan pemahaman
sehingga dikenalkan lima konsep dalam manajemen pemasaran, yaitu :
1.
Konsep
produksi
Konsep
ini menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk-produk yang terjangkau oleh
kemampuan mereka.
2.
Konsep
produk
Konsep
ini berpegang teguh pada anggapan bahwa konsumen akan menyenangi produk yang
menawarkan mutu, penampilan, maupun keistimewaan dibandingkan produk sejenis.
3.
Konsep
penjualan
Konsep
penjualan menekankan pada anggapan bahwa konsumen tidak akan membeli produk,
jika organisasi tidak melakukan usaha-usaha promosi dan penjualan.
4.
Konsep
pemasaran
Menurut
konsep ini, kunci untuk mencapai keberhasilan sasaran organisasi adalah
kejelian dalam menentukan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran, serta
mengupayakan pemenuhan kepuasan yang lebih baik ketimbang apa yang dilakukan
pesaing.
5.
Konsep
pemasaran kemasyarakatan
Menurut
konsep ini tugas organisasi berhubungan dengan penentuan kebutuhan, keinginan,
serta minat pasar sasaran dan untuk memberikan kepuasan yang lebih efisien dan
efektif daripada pesaing dengan cara mempertahankan atau meningkatkan
kesejahteraan konsumen dan masyarakat secara keseluruhan.
BAURAN
PEMASARAN (MARKETING MIX)
Bauran
pemasaran adalah kegiatan pemasaran yang terpadu dan saling menunjang satu sama
lain. Keberhasilan perusahaan di bidang pemasaran didukung oleh keberhasilan
dalam memilih produk yang tepat, harga yang layak, saluran distribusi yang
baik, dan promosi yang efektif. Empat kebijaksanaan pemasaran yang sering
disebut konsep Empat P atau bauran pemasaraan (marketing mix) tersebut adalah :
1.
Produk
(Product)
Produk adalah barang atau jasa yang
bisa ditawarkan di pasar untuk mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian,
atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan. Pembuatan produk
lebih baik diorientasikan pada keinginan pasar atau selera konsumen, ,isalnya
dalam hal mutu dan kemasan. Karena itu tugas bagian pemasaran tidak mudah,
harus menyesuaikan kemampuan perusahaan dengan keinginan pasar (konsumen).
2. Harga (Price)
Harga adalah sejumlah kompensasi (uang
maupun barang, kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah
kombinasi barang atau jasa. Salah satu prinsip dalam penentuan harga adalah
penitikberatan pada kemamuan pembeli terhadap harga yang telah ditentukan
dengan jumlah yang cukup unyuk biaya-biaya yang telah dikeluarkan beserta
presentase laba yang diinginkan.
3. Saluran Distribusi (Place)
Saluran distribusi adalah saluran yang
digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk sampai ke konsumen atau
berbagai akticitas perusahaan yang mengupayaan agar produk sampai ke tangan
konsumen. Saluran distribusi penting, karena barang yang telah dibuat dan
harganya sudah ditentukan itu masih menghadapi masalah, yakni harus disampaikan
kepada masyarakat (konsumen).
4. Promosi (Promotion)
Promosi adalah bagian dari bauran
pemsaran yang besar peranannya. Promosi merupakan kegiatan-kegiatan yang secara
aktif dilakukan perusahaan untuk mendorong konsumen membeli produk yang
ditawarkan. Promosi dipandang sebagai
arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan
seseorang atau organisasi agar melakukan
pertukaran dalam pemasaran. Kegiatan dalam promosi ini pada umumnya adalah
periklanan, personal selling, promosi penjualan, pemasaran langsung, serta
hubungan masyarakat dan publisitas.
TUJUAN
SISTEM PEMASARAN
Ada
empat alternatif yang menjasi tujuan sistem pemasaran, yaitu :
·
Memaksimalkan
konsumsi
·
Memaksimalkan
kepuasan konsumen
·
Memaksimalkan
pilihan
·
Memaksimalkan
kualitas hidup
PENDEKATAN
DALAM MEMPELAJARI PEMASARAN
Pemasaran
dapat dipelajari dengan berbagai macam pendekatan. Meskipun titik berat
tinjauannya berbeda-beda, masing-masing pendekatan saling berkaitan satu sama
lain. Berbagai macam pendekatan tersebut adalah :
1. Pendekatan serba barang (Commondity
Approach)
Merupakan pendekatan yang melibatkan
studi tentang bagaimana produk-produk tertentu (produk pertanian, pertambangan,
ataupun lainnya) berpindah ke produsen ke konsumen. Proses dan organisasi yang
digunakan disini harus ditujukan pada masing-masing. Jadi, pendekatan ini hanya
menggambarkan pemasaran dari barang-barang yang ada di dalamnya.
2. Pendekatan institusi (Institutional
Approach)
Pendekatan serba lembaga ini
mempelajari pemasaran dari segi organisasi/lembaga-lembaga yang terlibat dalam
kegiatan pemasaran. Lembaga-lembaganya adalah :
·
Penyedia
bahan (supplier) yang menyediakan bahan kepada produsen
·
Produsen
yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi
·
Perantara
agen
·
Perusahaan
saingan
·
Konsumen
akhir
3. Pendekatan fungsional (Functional
Approach)
Jumlah dan fungsi ini tergantung pada
macam produk dan kebiasaan dalam perdagangan. Adapun fungsi pokok pemasaran
adalah penjuala, pembelian, pengangkutan, penyimpanan, pembelanjaan,
penanggungan resiko, standarisasi, dan grading serta pengumpulan informasi
pasar.
4. Pendekatan manajerial )Managerial
Approach)
Pendekatan ini mempelajari pemasaran
berdasarkan pendapat manajer serta keputusan yang diambilnya. Di sini pemasaran
ditinjau sebagai kerangka yang terdiri atas variabel-variabel yang dapat di
kontrol, seperti produk perusahaan, saluran distribusi, harga, dan promosi,
ditambah dengan variabel-variabel yang
tidak dapat dikontrol. Seperti persaingan, permintaan, dan masyarakat. Jadi,
pendekatan ini mempelajari dan menekankan masalah-masalah pemasaran yang
dihadapi produsen.
5. Pendekatan sosial (Social Approach)
Pendekatan sosial memberikan perhatian pada kontribusi
sosial dan biaya yang timbul akibat aktivitas pemasaran, seeprti efisiensi
pasar, keusangan produk, ataupun kebenaran iklan.
DAFTAR PUSTAKA :
·
Fuad, M.,Cristin, H., Nurlela, Sugiarto, & Paulus,
Y.E.F. (2006). PENGANTAR BISNIS. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar