Sabtu, 17 Januari 2015

BAB 6 PEMASARAN


PENGERTIAN PASAR DAN PEMASARAN
Pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli, atau, lebih jelasnya, daerah, tempat, wilayah, area yang mengandung kekuatan permintaan dan penawaran yang saling bertemu dan membentuk harga. Faktor yang menunjang terjadinnya pasar, yakni : keinginan, daya beli, dan tingkah laku dalam pembelian. Pemasaran adalah proses perpindahan barang dan/atau jasa dari produsen ke konsumen, atau semua kegiatan yang berhubungan dengan arus barang dan/atau jasa dari produsen ke konsumen.

KONSEP-KONSEP INTI PEMASARAN
Pemasaran dapat dipelajari lebih jauh dengan mengenal konsep-konsep inti pemasaran yang dapat digambarkan sebagai berikut :

1.    Kebutuhan
Kebutuhan adalah suatu keadaan perasaan yang membutuhkan pemenuhan terhadap sesuatu, seperti makanan, pakaian, perumahan, harga diri, rasa aman, dan kasih sayang.
2.    Keinginan
Keinginan adalah kebutuhan yang dibentuk oleh budaya dan pribadi seseorang.
3.    Permintaan
Permintaan adalah kebutuhan/keinginan manusia yang didukung oleh daya beli.
4.    Produk
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk mendapatkan perhatian, untuk dimiliki, digunakan, ataupun dikonsumsi dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan.
5.    Pertukaran
Pertukaran adalah kegiatan untuk memperoleh barang/jasa yang diinginkan dari pihak lain dengan memberikan sesuatu sebagai gantinya.
6.    Transaksi
Transaksi mengandaikan adanya nilai-nilai yang dipertukarkan diantara dua pihak. Transaksi melibatkan sedikitnya dua barang/jasa yang bernilai, syarat-syarat yang disepakati, waktu kesepakatan, dan tempat kesepakatan.
7.    Pasar
Pasar adalah himpunan pembeli nyata pembeli potensial atas suatu produk.

MANAJEMEN PEMASARAN
Manajemen pemasaran adalah suatu analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membngun, dan mempertahankan pertukaran yang bermanfaat dengan pembeli untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Keadaan Permintaan dan Tugas Pasar
Ada delapan keadaan permintaan yang berbeda-beda. Pada tiap keadaan, ada tugas tertentu yang harus dilakukan manajemen pemasaran.
1.    Permintaan negatif (negative demand)
Tugas pemasar adalah menganalisis mengapa pasar tidak menyukai produk, dan apakah suatu program pemasaran dapat mengubah kepercayaan dan sikap pasar melalui perancangan kembali produk, harga yang lebih rendah, dan promosi yang lebih positif.
2.    Tidak ada permintaan (no demand)
Tugas pemasar adalah menemukan cara untuk menghubungkan manfaat produk dengan kebutuhan dan minat pasar.
3.    Permintaan terpendam (latent demand)
Tugas pemasar adalah mengukur besarnya pasar potensial ini dan mengembangkan barang serta jasa yang akan memuaskan permintaan terhadap produk tersebut.
4.    Permintaan yang menurun (falling demand)
Tugas pemasaran adalah meningkatkan kembali permintaan yang menurun melalui upaya pemasaran kembali produk bersangkutan dengan cara yang kreatif.
5.    Permintaan yang tidak teratur (irregular demand)
Tugas pemasaran adalah menemukan cara untuk pola waktu permintaann melalui cara penentuan harga yang lebih fleksibel, promosi, dan rangsangan lainnya.
6.    Permintaan penuh (full demand)
Tugas pemasaran adalah mempertahankan tingkat permintaan ini direngah perubahan selera konsumen serta meningkatnya persaingan.
7.    Permintaan yang berlebihan (overfull demand)
Tugas pemasaran adalah melakukan demarketing, yaitu menentukan cara untuk mengurangi permintaan sementara maupun permanen, seperti dengan menaikan hargaa, mengurangi promosi, ataupun aktivitas pelayanan.
8.    Permintaan yang tidak sehat (unwholesome demand)
Tugas pemasaran adalah mengajak orang-orang yang menggemari produk-produk ini untuk mengurangi atau meninggalkannya, dengan peningkatan harga, memberikan ancaman bagi yang menggunakan, maupun mengurangi ketersediaan produknya.
Falsafah Manajemen Pemasaran
Falsafah yang dapat memberikan tuntunan kepada usaha pemasaran, sehingga akan tercapai keseimbangan antara kepentingan organisasi, konsumen, dan masyarakat. Falsafah tersebut diimplementasikan dalam bentuk konsep untuk memudahkan pemahaman sehingga dikenalkan lima konsep dalam manajemen pemasaran, yaitu :
1.    Konsep produksi
Konsep ini menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk-produk yang terjangkau oleh kemampuan mereka.
2.    Konsep produk
Konsep ini berpegang teguh pada anggapan bahwa konsumen akan menyenangi produk yang menawarkan mutu, penampilan, maupun keistimewaan dibandingkan produk sejenis.
3.    Konsep penjualan
Konsep penjualan menekankan pada anggapan bahwa konsumen tidak akan membeli produk, jika organisasi tidak melakukan usaha-usaha promosi dan penjualan.
4.    Konsep pemasaran
Menurut konsep ini, kunci untuk mencapai keberhasilan sasaran organisasi adalah kejelian dalam menentukan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran, serta mengupayakan pemenuhan kepuasan yang lebih baik ketimbang apa yang dilakukan pesaing.
5.    Konsep pemasaran kemasyarakatan
Menurut konsep ini tugas organisasi berhubungan dengan penentuan kebutuhan, keinginan, serta minat pasar sasaran dan untuk memberikan kepuasan yang lebih efisien dan efektif daripada pesaing dengan cara mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat secara keseluruhan.

BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX)
Bauran pemasaran adalah kegiatan pemasaran yang terpadu dan saling menunjang satu sama lain. Keberhasilan perusahaan di bidang pemasaran didukung oleh keberhasilan dalam memilih produk yang tepat, harga yang layak, saluran distribusi yang baik, dan promosi yang efektif. Empat kebijaksanaan pemasaran yang sering disebut konsep Empat P atau bauran pemasaraan (marketing mix) tersebut adalah :
1.    Produk (Product)
Produk adalah barang atau jasa yang bisa ditawarkan di pasar untuk mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian, atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan. Pembuatan produk lebih baik diorientasikan pada keinginan pasar atau selera konsumen, ,isalnya dalam hal mutu dan kemasan. Karena itu tugas bagian pemasaran tidak mudah, harus menyesuaikan kemampuan perusahaan dengan keinginan pasar (konsumen).
2.    Harga (Price)
Harga adalah sejumlah kompensasi (uang maupun barang, kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi barang atau jasa. Salah satu prinsip dalam penentuan harga adalah penitikberatan pada kemamuan pembeli terhadap harga yang telah ditentukan dengan jumlah yang cukup unyuk biaya-biaya yang telah dikeluarkan beserta presentase laba yang diinginkan.
3.    Saluran Distribusi (Place)
Saluran distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk sampai ke konsumen atau berbagai akticitas perusahaan yang mengupayaan agar produk sampai ke tangan konsumen. Saluran distribusi penting, karena barang yang telah dibuat dan harganya sudah ditentukan itu masih menghadapi masalah, yakni harus disampaikan kepada masyarakat (konsumen).
4.    Promosi (Promotion)
Promosi adalah bagian dari bauran pemsaran yang besar peranannya. Promosi merupakan kegiatan-kegiatan yang secara aktif dilakukan perusahaan untuk mendorong konsumen membeli produk yang ditawarkan.  Promosi dipandang sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang  atau organisasi agar melakukan pertukaran dalam pemasaran. Kegiatan dalam promosi ini pada umumnya adalah periklanan, personal selling, promosi penjualan, pemasaran langsung, serta hubungan masyarakat dan publisitas.

TUJUAN SISTEM PEMASARAN
Ada empat alternatif yang menjasi tujuan sistem pemasaran, yaitu :
·         Memaksimalkan konsumsi
·         Memaksimalkan kepuasan konsumen
·         Memaksimalkan pilihan
·         Memaksimalkan kualitas hidup

PENDEKATAN DALAM MEMPELAJARI PEMASARAN
Pemasaran dapat dipelajari dengan berbagai macam pendekatan. Meskipun titik berat tinjauannya berbeda-beda, masing-masing pendekatan saling berkaitan satu sama lain. Berbagai macam pendekatan tersebut adalah :
1.    Pendekatan serba barang (Commondity Approach)
Merupakan pendekatan yang melibatkan studi tentang bagaimana produk-produk tertentu (produk pertanian, pertambangan, ataupun lainnya) berpindah ke produsen ke konsumen. Proses dan organisasi yang digunakan disini harus ditujukan pada masing-masing. Jadi, pendekatan ini hanya menggambarkan pemasaran dari barang-barang yang ada di dalamnya.
2.    Pendekatan institusi (Institutional Approach)
Pendekatan serba lembaga ini mempelajari pemasaran dari segi organisasi/lembaga-lembaga yang terlibat dalam kegiatan pemasaran. Lembaga-lembaganya adalah :
·     Penyedia bahan (supplier) yang menyediakan bahan kepada produsen
·         Produsen yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi
·         Perantara agen
·         Perusahaan saingan
·         Konsumen akhir
3.    Pendekatan fungsional (Functional Approach)
Jumlah dan fungsi ini tergantung pada macam produk dan kebiasaan dalam perdagangan. Adapun fungsi pokok pemasaran adalah penjuala, pembelian, pengangkutan, penyimpanan, pembelanjaan, penanggungan resiko, standarisasi, dan grading serta pengumpulan informasi pasar.
4.    Pendekatan manajerial )Managerial Approach)
Pendekatan ini mempelajari pemasaran berdasarkan pendapat manajer serta keputusan yang diambilnya. Di sini pemasaran ditinjau sebagai kerangka yang terdiri atas variabel-variabel yang dapat di kontrol, seperti produk perusahaan, saluran distribusi, harga, dan promosi, ditambah dengan  variabel-variabel yang tidak dapat dikontrol. Seperti persaingan, permintaan, dan masyarakat. Jadi, pendekatan ini mempelajari dan menekankan masalah-masalah pemasaran yang dihadapi produsen.
5.    Pendekatan sosial (Social Approach)
Pendekatan sosial memberikan perhatian pada kontribusi sosial dan biaya yang timbul akibat aktivitas pemasaran, seeprti efisiensi pasar, keusangan produk, ataupun kebenaran iklan.

DAFTAR PUSTAKA : 
·         Fuad, M.,Cristin, H., Nurlela, Sugiarto, & Paulus, Y.E.F. (2006). PENGANTAR BISNIS. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar