Sabtu, 17 Januari 2015

BAB 7 MANAJEMEN PRODUKSI


PERKEMBANGAN MANAJEMEN PRODUKSI
Manajemen produksi berkembang stelah manusia menghasilkan barang dan jasa. Pesatnya perkembangan manajemen produksi terjadi berkat dorongan dari beberapa faktor yang menunjang, yakni :
1.      Adanya pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi
Perkembangan manajemen produksi ditandai dengan usaha untuk meningkatkan hasil melalui pembagian kerja. Agar produksi efektif dan efisien, produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah dan azas-azas manajemen. Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengelolaan yang baik. Dan spesialisasi kerja memungkinkan peningkatan keahlian seseorang.
2.      Revolusi industri
Pada dasarnya revolusi industri merupakan peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin.
3.      Perkembangan alat dan teknologi
Akhir-akhir ini manajer produksi banyak memberi perhatian pada perkembangan teknologi canggih. Terdapat perubahan yang dratis dalam penggunaan alat dan teknologi produksi seperti penggunaan robot dan alat perkantoran yang otomatis.
4.      Perkembangan ilmu dan metode kerja dalam era manajemen ilmiah
Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut :
·           Pengamatan atas metode kerja yang berlaku
·        Pengamatan terhadap metode kerja yang lebih baik melalui pengukuran dan analisis ilmiah
·           Pelatihan pekerjaan dengan metode baru
·           Pemanfaatan umpan balik dan pengelolaan atas proses kerja

PENGERTIAN MANAJEMEN PRODUKSI
Manajemen produksi adalah kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya yang berupa sumber daya manusia, sumber daya alat, dan sumber daya dana serta bahan secara efektif dan efisien, untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang dan jasa.

PENGERTIAN PRODUKSI
Secara umum produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi keluaran (output). Dan dalam arti sempit, pengertian produksi hanya dimaksudkan sebagai kegiatan yang menghasilkan barang, naik barang jadi atau barang setengah jadi, barang industri, suku cadang maupun komponen-komponen penunjang. Serta pengertian produksi dalam ekonomi mengacu pada kegiatan yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan penambahan kegunanan suatu barang dan jasa.

PROSES PRODUKSI
Proses produksi dapat ditinjau dari 2 segi, yaitu :
1.      Kelangsungan Hidup
Produksi Terus-menerus (Continous Production)
Produksi terus-menerus dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang-barang. Dalam proses produksi ini walaupun terjadi prubahan model, susunan dan fungsi alata-alat mesin yang dipakai tidaklah berubah. Misalnya penggergajian kayu mengubah balok menjadi papan dan karet menjadi ban. Proses produksi ini menghasilkan produk yang standar (massal).
Produksi Terputus-putus (Intermitten Production)
Proses produksi tidak terus menerus atau operasi seringkali terhenti guna mengubah alat-alat, pengaturan kembali alat-alat, penyesuaian yang terus menerus diadakan sesuai dengan tuntutan produk yang akan dihasilkan. Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesananan yang sesuai dengan keperluan pemesan.
2.      Teknik
Proses ekstrakfif
Suatu proses pengambilan langsung dari alam, seperti kayu, perikanan, dan pertambangan.
Proses analitis
Proses memisahkan bahan-bahan, seperti minyak mentah menjadi minyak bersih.
Proses pengubahan
Proses perubahan bentuk, seperti alat-alat rumahtangga.
Proses sintetis
Proses mencampur dengan unsur-unsur lain, seperti bahan-bahan kimia.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN PRODUKSI
Ditinjau dari kondisi keputusan yang harus diambil, terdapat empat macam pengambilan keputusan, yaitu :
1.      Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
2.      Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung risiko
3.      Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
4.  Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain
Bidang produksi mempunyai lima tanggungjawab keputusan utama, yaitu :
1.      Proses
2.      Kapasitas
3.      Persediaan
4.      Tenaga kerja
5.      Kualitas/mutu

RUANG LINGKUP MANAJEMEN PRODUKSI
Manajemen produksi mencakup perencanaan atau penyiapan sistem produksi serta pengoperasiannya. Penambahan dalam perancangan atau desain sistem produksi meliputi :
1.      Seleksi dan desain hasil produksi (produk)
2.      Seleksi dan perancangan proses serta peralatan
3.      Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
4.      Rancangan tata-letak dan arus kerja
5.      Rancangan tugas
6.      Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas

FUNSGI SERTA SISTEM PRODUKSI DAN OPERASI
Fungsi produksi dan operasi
Secara umum fungsi produksi terkait dengan pertanggungjawaban dalam pengolahan dan pengubahan masukan menjadi keluaran berupa barang dan jasa yang akan memberikan pendapatan bagi perusahaan. Berikut ini 4 fungsi terpenting dalam produksi dan operasi :
a.    Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan.
b.    Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijadikan, sehingga proses pengolahaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
c.    Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu.
d.    Pengendalian atau pengawasan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan yang sesuai rencana, sehingga maksud dan tujuan penggunaan dan pengolahan masukan dapat dilaksanakan.
Sistem produksi dan operasi
Sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pengtransformasian masukan menjadi keluaraan.

DAFTAR PUSTAKA : 
·         Fuad, M.,Cristin, H., Nurlela, Sugiarto, & Paulus, Y.E.F. (2006). PENGANTAR BISNIS. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar