MENGOLAH
LIMBAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR
KELAS
: 1EB29
DI
SUSUN OLEH :
MAY LINDA LISA SILVIANA (26214497)
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2014/2015
PENDAHULUAN
Sampah plastik merupakan sampah yang
paling banyak dibuang oleh manusia karena banyak orang yang menggunakan plastik
untuk keperluannya sehari-hari entah itu perorangan, toko, maupun perusahaan
besar. Misalnya, berbelanja pasti akan membutuhkan plastik untuk membawa barang
belanjaan, jika plastik itu sudah tak terpakai apakah plastik itu akan
disimpan? Tidak kan. Apa yang mereka lakukan? membuang dan membakar itulah yang
mereka lakukan.
Pembuangan sampah-sampah plastik
kedalam air dan tanah telah menambah tingkat kesengsaraan alam. Mengapa
demikian? Sampah plastik terbuat dari bahan anorganik. Bahan-bahan
anorganiktersebut sangat sulit dan tidak mungkin diuraikan oleh bakteri
pengurai. Apabila ditimbun dalam tanah untuk menguraikannya butuh waktu
berjuta-juta tahun. Dan apabila dibakar hanya akan menjadi gumpalan dan butuh
waktu lama untuk mengurainya. Dan apakah kalian tahu akibatnya jika sampah
plastik itu terlalu lama tertimbun dalam tanah dan tertumpuk? Satu, terjadi
pemanasan global yang berdampak pada kehidupan manusia itu sendiri. Dua
berdampak pada hewan laut yang menelan sampah plastik yang terbawa ke laut. Coba
bayangkan jika kita sehari saja tidak memakai plastik, pasti sulit bukan.
Contoh:
a.
Membawa barang belanjaan tadi.
b.
Para pembuat plastik pasti rugi.
c.
Tidak ada
alternatif lain untuk membawa sesuatu.
Di negara Indonesia masih bergantung
pada plastik lain halnya dengan negara jepang yang sudah sadar akan bahaya
plastik dan beralih pada kertas yang tidak mudah sobek, serta dapat diolah
dengan mudah. Pada akhirnya daur ulang sampah
plastiklah yang harus kita lakukan. Tidak hanya menyelamatkan lingkungan dari
pemanasan global, tetapi juga dapat mendatangkan keuntungan ekonomi. Dengan
mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar, tentu itu cara yang baik untuk
mengurangi limbah. Banyak keuntungan jika kita mengolah limbah tersebut menjadi
bahan bakar. Karena
bahan
bakar merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan jaman modern
seperti saat ini. Hampir semua benda bergantung pada bahan bakar untuk dapat
mengoperasikannya. Seiring dengan kebutuhan bahan bakar yang terus meningkat
menyebabkan bahan bakar lama kelamaan akan semakin langka. Di Indonesia sendiri
ketergantungan masyarkat terhadap bensin sangatlah tinggi sehingga pemerintah
berusaha mencari bahan alternatif pengganti bensin.
ISI
DEFINISI PLASTIK
Plastik dapat diartikan
sebagai polimer bercabang atau linear yang dapat dilelehkan atau dilunakkan
dengan menggunakan api atau suhu panas lainnya. Dengan kata lain, plastik
memiliki derajat kekristalan yang lebih rendah daripada serat.
Material
plastik pertama kali digunakan sejak abad ke-19. Hal ini terlihat dari
banyaknya plastik yang dibuat dan dicetak. Akan tetapi, pada tahun 1990-an,
plastik menjadi bahan atau bagian kebutuhan yang sangat diinginkan. Hal ini terbukti
dari banyaknya plastik yang dibuat dan dicetak.
Tiap tahun, kebutuhan akan
plastik semakin bertambah. Pada tahun 2005 plastik dicetak sebanyak 220 juta
ton. Terbayang bukan, betapa banyaknya kebutuhan orang akan plastik sebab
hampir semua bahan dan alat yang kita gunakan terbuat dari plastik, semisal
botol, sandal, tas, keranjang, ember, dan gelas. Plastik menjadi
primadona karena dianggap awet, kuat, dan ringan. Meski bersifat hampir sama
dengan logam (awet dan kuat), logam dianggap terlalu berat dan mahal. Akhirnya,
hal itu yang membuat kebutuhan plastik di dunia semakin tinggi.
Sedangkan
sebanyak 9,1 miliar botol plastik telah menjadi sampah percuma hampir setiap
tahunnya, sedangkan yang didaur ulang hanya 360 juta botol plastic.
JENIS-JENIS PLASTIK
Plastik dapat diartikan sebagai bahan polimer
bercabang atau linear yang dapat dilelehkan atau dilunakkan dengan menggunakan
api atau suhu panas lainnya. Dengan kata lain, plastik memiliki derajat
kekristalan yang lebih rendah daripada serat. Plastik merupakan bahan yang
terbuat dari bahan sintetik yaitu polistirena atau PVC (polovinil klorida).
Pada pembuatan plastik tertentu agar tahan panas, ditambahkan senyawa penta
kloro difenil atau PCB sebagai satic agent. Berdasarkan
bahan penyusunnya, plastik diklasifikasikan sebagai berikut:
1.
Polyethylene
Terephthalate (PET atau PETE)
Bahan
ini berwarna bening dan tembus pandang, biasanya digunakan sebagai kemasan
minuman, minyak goreng, sambal, dan sebagainya. Plastik jenis ini
direkomendasikan hanya untuk sekali pakai saja dan jangan dipakai sebagai wadah
air panas. Apabila dipakai berulang-ulang, apalagi untuk menyimpan air panas,
lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat
karsinogen yang dapat menyebabkan kanker.
2.
High Density Polyethylene (HDPE)
HDPE
biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan botol susu atau jus yang
berwarna putih, galon air minum, plastik belanja, dan sebagainya. Bahan ini
memiliki sifat bahan yang keras, dan merupakan salah satu bahan plastik yang
aman digunakan karena memiliki kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara
makanan atau minuman dengan wadah plastiknya. Namun untuk pemakaiannya, HDPE
direkomendasikan untuk satu kali pemakaian saja, karena pelepasan senyawa
antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. Senyawa ini dapat
mengakibatkan iritasi kulit, menimbulkan gangguan pernapasan, gangguan siklus
menstruasi dan menyebabkan keguguran.
3.
Polyvinyl Chloride (PVC atau V)
PVC
biasanya digunakan dalam pembuatan botol deterjen, botol sabun, botol shampo,
pipa saluran, dan sebagainya. Bahan ini tidak boleh digunakan untuk menyimpan makanan dan minuman,
karena mengandung zat Diethylhydroxylamine (DEHA) yang dapat merusak ginjal dan
hati.
4.
Low Density Polyethylene (LDPE)
LDPE
sering digunakan sebagai kantong belanja,
plastik kemasan, pembungkus makan segar, dan botol-botol lembek. Bahan ini
memiliki daya resistensi atau perlindungan yang baik terhadap reaksi kimia.
Oleh karena itu, LPDE menjadi salah satu jenis plastik yang dapat digunakan
sebagai pembungkus makanan dan minuman.
5.
Polypropylene (PP)
Polypropylene
biasanya digunakan dalam pembuatan botol minuman, kotak makanan, dan wadah
penyimpanan makanan lainnya yang dapat dipakai berulang-ulang. Bahan ini
merupakan jenis plastik terbaik yang bisa digunakan sebagai kemasan makanan dan
minuman, karena mampu mencegah terjadinya reaksi kimia dan tahan terhadap
panas.
6.
Polystyrene (PS)
Jenis
plastik ini banyak digunakan sebagai bahan pembuatan styrofoam, wadah makanan
beku dan siap saji, piring, garpu, dan sendok plastik. Penggunaan jenis plastik
ini sangat tidak dianjurkan untuk pembungkus makanan. Karena bahan ini dapat
mengeluarkan zat styrene jika bersentuhan dengan makanan dan minuman, apalagi
makanan dan minuman panas. Zat styrene dapat menimbulkan kerusakan otak,
mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi,
pertumbuhan dan sistem syaraf. Selain itu, bahan ini juga mengandung benzene
yang menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker. Polystyrene juga sulit untuk
didaur ulang, walaupun bisa didaur ulang, akan membutuh proses yang sangat
panjang dan waktu yang lama.
7.
Other (O)
Terdapat
4 jenis plastik yang tergolong jenis Other, antara lain: Styrene Acrylonitrile
(SAN), Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS), Polycarbonate (PC), dan Nylon.
Plastik jenis SAN dan ABS merupakan jenis plastik yang baik digunakan
sebagai kemasan makanan dan minuman, karena memiliki perlindungan yang baik
terhadap reaksi kimia. SAN dan ABS sering digunakan dalam pembuatan kotak
makanan, botol minum, peralatan
dapur, sikat gigi, dan sebagainya.
Sementara
untuk jenis PC, sangat tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai wadah
makanan dan minuman, karena mengandung Bisphenol-A yang dapat merusak sistem
hormon, merusak kromosom pada ovarium, menurunkan kualitas sperma, dan
menganggu sistem imun. PC biasanya digunakan pada pembuatan botol susu bayi,
kaleng kemasan makanan dan minuman, dan kaleng susu formula.
PENGOLAHAN
LIMBAH PLASTIK
Salah satu metode recycle yang bisa digunakan untuk
mengurangi jumlah sampah plastik adalah pirolisis. Dengan menggunakan konsep
pirolisis, sampah plastik dipanaskan pada suhu sekitar 500 derajat Celcius
sehingga berubah fase menjadi gas, kemudian akan terjadi proses perengkahan
(cracking). Selanjutnya gas tersebut dikondensasikan sehingga menjadi fase
cair. Hasil kondensasi inilah yang bisa digunakan sebagai bahan bakar cair yang
setara dengan bensin dan solar.
Alat yang digunakan
yaitu pirolis. Alat ini didesain untuk mengubah sampah plastik jenis PP
(polipropilene), PE (polietilene) dan PS (polistirene) menjadi bahan bakar cair
yang dapat diaplikasikan sebagai bahan bakar boiler, insinerator, mesin diesel
dan generator. Kategori sampah yang termasuk PP antara lain tong sampah,
bungkus snack, kotak DVD, dll. Sampah plastik yang termasuk kategori PE,
misalkan kantong plastik biasa, tutup botol plastik, dll. Sedangkan PS meliputi
sampah seperti sterofom, dll.
Proses pirolisis dilakukan pada suhu 400 – 450 derajat
Celcius tanpa menggunakan katalis. Hasil pirolisis dari campuran PE dan PP akan
menghasilkan bahan bakar cair yang setara dengan bensin, kerosene, solar dan
heavy oil, dimana persentase keempatnya tergantung dari persentase campuran PE
dan PP yang diinputkan ke dalam reaktor. Sedangkan cairan hasil pirolisis PS
hanya mengandung styrenemonomer, styrene dimer dan styrene trimer, yang jika
dimurnikan akan menjadi bahan baku dari plastik. Selain itu hasil pirolisis PS
juga dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar cair lain dengan persentase
kurang dari 20%.
Dengan metode pirolisis ini, sampah plastik kini
dipandang bukan lagi sebagai sampah saja namun sebagai sumber energi yang dapat
berguna bagi kemaslahatan masyarakat. Berbagai teknologi untuk mengolahnya
sudah tersedia, tinggal bagaimana kemauan dari pemerintah dan masyarakat untuk
menerapkannya di Indonesia sehingga ketergantungan terhadap bahan bakar fosil,
dimana kita sudah mulai mengimpor untuk memperolehnya, dapat dikurangi secara
bertahap.
KEUNTUNGAN
MEMBUAT BAHAN BAKAR DARI LIMBAH PLASTIK
Mencari bahan baku alternatif merupakan tujuan utama
pemerintah belakangan ini, seperti bahan bakar yang terbuat dari limbah plastik
ini. Selain sebagai bahan baku alternatif, mengolah limbah plastik ini juga
dapat mengurangi kerusakan lingkungan. Sebab limbah plastik ini sulit terurai
oleh lingkungan dan dapat mencemari lingkungan.
Dengan dapat memanfaatkan limbah plastik juga akan
menghemat pasokan minyak bumi yang ada. Jika dilakukan penelitian lebih lanjut,
pemerintah tidak perlu lagi pengimpor minyak bumi dari luar negeri. Pemerintah
juga tidak perlu lagi untuk menambang kekayaan minyak yang ada di Indonesia
sehingga sumber daya alam yang ada di Indonesia dapat terawat dan terjaga
kelestariannya.
Lain halnya jika bahan bakar hasil pengolahan limbah
plastik dijadikan peluang bisnis. Bagi manusia yang memiliki kratifitas dapat
menjual bahan bakar yang terbuat dari limbah plastik. Jika dihitung secara
matematis, untuk membeli bahan baku 1 kg plastik diperlukan biaya sebesar Rp
500, akan menhasilkan 1 liter bensin yang sekarang dipasarkan dipengecer
sebesar Rp 8000. Oleh karena itu, banyak sekali keuntungan yang dapat
dihasilkan dengan mengolah limbah plastik ini.
PENUTUP
Saat
ini plastik sudah begitu melekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Mulai dari
kantong belanja, tempat makanan, botol minuman, hingga peralatan rumah tangga
lainnya, hampir semuanya terbuat dari bahan plastik. Namun plastik juga
menimbulkan masalah. Karena plastik merupaka bahan yang sulit terurai akibatnya
plastik menjadi menumpuk dan menimbulkan limbah yang banyak. Dan sebagai
manusia yang cinta terhadap lingkungan sebaiknya kita dapat mengolah limbah
plastik dengan baik. Kita harus terus berinovasi menciptakan alat untuk
mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar yang dapat meminimalisir kerusakan
lingkungan dan habisnya sumber daya alam.
Keuntungan dari pengolahan limbah ini bisa dari segi limbah yang
berkurang dan dari segi lainnya seperti saat sekarang ini bahan bakar langka
maka kita bisa menggantinyaa dengan hasil pengolahan limbah plastik ini. Juga
mengurangi minyak bumi yang digunakan untuk membuat plastik baru. Dari
pengolahan limbah ini menimbulkan keuntungan mengurangi emisi gas kaca. Dan
yang paling penting dengan adanya pengolahan limbah ini, percemaran lingkungan
berkurang dan lingkunganpun menjadi bersih.
DAFTAR PUSTAKA
http://olahsampah.com/index.php/teknologi/42-melongok-model-pengolahan-sampah-plastik-menjadi-bbm-di-jepang.html (Diakses jumat jam 16.00)
https:// www.tokopedia.com/2014/04/mengenal-jenis-dan-kode-plastik-serta-bahayanya.html (Diakses jumat jam 16.29)
http://www.wedaran.com/6963/daur-ulang-plastik-dan-manfaatnya
(Diakses
jumat jam 16.29)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar