Kamis, 21 Januari 2016

Mengolah Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar



MENGOLAH LIMBAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR








KELAS : 1EB29


DI SUSUN OLEH :
MAY LINDA LISA SILVIANA     (26214497)


UNIVERSITAS GUNADARMA
2014/2015


PENDAHULUAN

            Sampah plastik merupakan sampah yang paling banyak dibuang oleh manusia karena banyak orang yang menggunakan plastik untuk keperluannya sehari-hari entah itu perorangan, toko, maupun perusahaan besar. Misalnya, berbelanja pasti akan membutuhkan plastik untuk membawa barang belanjaan, jika plastik itu sudah tak terpakai apakah plastik itu akan disimpan? Tidak kan. Apa yang mereka lakukan? membuang dan membakar itulah yang mereka lakukan.
            Pembuangan sampah-sampah plastik kedalam air dan tanah telah menambah tingkat kesengsaraan alam. Mengapa demikian? Sampah plastik terbuat dari bahan anorganik. Bahan-bahan anorganiktersebut sangat sulit dan tidak mungkin diuraikan oleh bakteri pengurai. Apabila ditimbun dalam tanah untuk menguraikannya butuh  waktu berjuta-juta tahun. Dan apabila dibakar hanya akan menjadi gumpalan dan butuh waktu lama untuk mengurainya. Dan apakah kalian tahu akibatnya jika sampah plastik itu terlalu lama tertimbun dalam tanah dan tertumpuk? Satu, terjadi pemanasan global yang berdampak pada kehidupan manusia itu sendiri. Dua berdampak pada hewan laut yang menelan sampah plastik yang terbawa ke laut. Coba bayangkan jika kita sehari saja tidak memakai plastik, pasti sulit bukan. Contoh:
a.       Membawa barang belanjaan tadi.
b.      Para pembuat plastik pasti rugi.
c.        Tidak ada alternatif lain untuk membawa sesuatu.
            Di negara Indonesia masih bergantung pada plastik lain halnya dengan negara jepang yang sudah sadar akan bahaya plastik dan beralih pada kertas yang tidak mudah sobek, serta dapat diolah dengan mudah. Pada akhirnya daur ulang sampah plastiklah yang harus kita lakukan. Tidak hanya menyelamatkan lingkungan dari pemanasan global, tetapi juga dapat mendatangkan keuntungan ekonomi. Dengan mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar, tentu itu cara yang baik untuk mengurangi limbah. Banyak keuntungan jika kita mengolah limbah tersebut menjadi bahan bakar. Karena bahan bakar merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan jaman modern seperti saat ini. Hampir semua benda bergantung pada bahan bakar untuk dapat mengoperasikannya. Seiring dengan kebutuhan bahan bakar yang terus meningkat menyebabkan bahan bakar lama kelamaan akan semakin langka. Di Indonesia sendiri ketergantungan masyarkat terhadap bensin sangatlah tinggi sehingga pemerintah berusaha mencari bahan alternatif pengganti bensin.



ISI

DEFINISI PLASTIK
            Plastik dapat diartikan sebagai polimer bercabang atau linear yang dapat dilelehkan atau dilunakkan dengan menggunakan api atau suhu panas lainnya. Dengan kata lain, plastik memiliki derajat kekristalan yang lebih rendah daripada serat. Material plastik pertama kali digunakan sejak abad ke-19. Hal ini terlihat dari banyaknya plastik yang dibuat dan dicetak. Akan tetapi, pada tahun 1990-an, plastik menjadi bahan atau bagian kebutuhan yang sangat diinginkan. Hal ini terbukti dari banyaknya plastik yang dibuat dan dicetak.
            Tiap tahun, kebutuhan akan plastik semakin bertambah. Pada tahun 2005 plastik dicetak sebanyak 220 juta ton. Terbayang bukan, betapa banyaknya kebutuhan orang akan plastik sebab hampir semua bahan dan alat yang kita gunakan terbuat dari plastik, semisal botol, sandal, tas, keranjang, ember, dan gelas. Plastik menjadi primadona karena dianggap awet, kuat, dan ringan. Meski bersifat hampir sama dengan logam (awet dan kuat), logam dianggap terlalu berat dan mahal. Akhirnya, hal itu yang membuat kebutuhan plastik di dunia semakin tinggi. Sedangkan sebanyak 9,1 miliar botol plastik telah menjadi sampah percuma hampir setiap tahunnya, sedangkan yang didaur ulang hanya 360 juta botol plastic.

JENIS-JENIS PLASTIK
            Plastik dapat diartikan sebagai bahan polimer bercabang atau linear yang dapat dilelehkan atau dilunakkan dengan menggunakan api atau suhu panas lainnya. Dengan kata lain, plastik memiliki derajat kekristalan yang lebih rendah daripada serat. Plastik merupakan bahan yang terbuat dari bahan sintetik yaitu polistirena atau PVC (polovinil klorida). Pada pembuatan plastik tertentu agar tahan panas, ditambahkan senyawa penta kloro difenil atau PCB sebagai satic agent. Berdasarkan bahan penyusunnya, plastik diklasifikasikan sebagai berikut:
1.      Polyethylene Terephthalate (PET atau PETE)
Bahan ini berwarna bening dan tembus pandang, biasanya digunakan sebagai kemasan minuman, minyak goreng, sambal, dan sebagainya. Plastik jenis ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai saja dan jangan dipakai sebagai wadah air panas. Apabila dipakai berulang-ulang, apalagi untuk menyimpan air panas, lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker.
2.      High Density Polyethylene (HDPE)
          HDPE biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan  botol susu atau jus yang berwarna putih, galon air minum, plastik belanja, dan sebagainya. Bahan ini memiliki sifat bahan yang keras, dan merupakan salah satu bahan plastik yang aman digunakan karena memiliki kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara makanan atau minuman dengan wadah plastiknya. Namun untuk pemakaiannya, HDPE direkomendasikan untuk satu kali pemakaian saja, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. Senyawa ini dapat mengakibatkan iritasi kulit, menimbulkan gangguan pernapasan, gangguan siklus menstruasi dan menyebabkan keguguran.
3.      Polyvinyl Chloride (PVC atau V)
PVC biasanya digunakan dalam pembuatan botol deterjen, botol sabun, botol shampo, pipa saluran, dan sebagainya. Bahan ini tidak boleh digunakan untuk menyimpan makanan dan minuman, karena mengandung zat Diethylhydroxylamine (DEHA) yang dapat merusak ginjal dan hati.

4.      Low Density Polyethylene (LDPE)
LDPE sering digunakan sebagai kantong belanja, plastik kemasan, pembungkus makan segar, dan botol-botol lembek. Bahan ini memiliki daya resistensi atau perlindungan yang baik terhadap reaksi kimia. Oleh karena itu, LPDE menjadi salah satu jenis plastik yang dapat digunakan sebagai pembungkus makanan dan minuman.
5.      Polypropylene (PP)
Polypropylene biasanya digunakan dalam pembuatan botol minuman, kotak makanan, dan wadah penyimpanan makanan lainnya yang dapat dipakai berulang-ulang. Bahan ini merupakan jenis plastik terbaik yang bisa digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman, karena mampu mencegah terjadinya reaksi kimia dan tahan terhadap panas.
6.      Polystyrene (PS)
Jenis plastik ini banyak digunakan sebagai bahan pembuatan styrofoam, wadah makanan beku dan siap saji, piring, garpu, dan sendok plastik. Penggunaan jenis plastik ini sangat tidak dianjurkan untuk pembungkus makanan. Karena bahan ini dapat mengeluarkan zat styrene jika bersentuhan dengan makanan dan minuman, apalagi makanan dan minuman panas. Zat styrene dapat menimbulkan kerusakan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, pertumbuhan dan sistem syaraf. Selain itu, bahan ini juga mengandung benzene yang menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker. Polystyrene juga sulit untuk didaur ulang, walaupun bisa didaur ulang, akan membutuh proses yang sangat panjang dan waktu yang lama.
7.      Other (O)
Terdapat 4 jenis plastik yang tergolong jenis Other, antara lain: Styrene Acrylonitrile (SAN), Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS), Polycarbonate (PC), dan Nylon. Plastik jenis  SAN dan ABS merupakan jenis plastik yang baik digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman, karena memiliki perlindungan yang baik terhadap reaksi kimia. SAN dan ABS sering digunakan dalam pembuatan kotak makanan, botol minum, peralatan dapur, sikat gigi, dan sebagainya.
               Sementara untuk jenis PC, sangat tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai wadah makanan dan minuman, karena mengandung Bisphenol-A yang dapat merusak sistem hormon, merusak kromosom pada ovarium, menurunkan kualitas sperma, dan menganggu sistem imun. PC biasanya digunakan pada pembuatan botol susu bayi, kaleng kemasan makanan dan minuman, dan kaleng susu formula.

PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK
            Salah satu metode recycle yang bisa digunakan untuk mengurangi jumlah sampah plastik adalah pirolisis. Dengan menggunakan konsep pirolisis, sampah plastik dipanaskan pada suhu sekitar 500 derajat Celcius sehingga berubah fase menjadi gas, kemudian akan terjadi proses perengkahan (cracking). Selanjutnya gas tersebut dikondensasikan sehingga menjadi fase cair. Hasil kondensasi inilah yang bisa digunakan sebagai bahan bakar cair yang setara dengan bensin dan solar.
            Alat yang  digunakan yaitu pirolis. Alat ini didesain untuk mengubah sampah plastik jenis PP (polipropilene), PE (polietilene) dan PS (polistirene) menjadi bahan bakar cair yang dapat diaplikasikan sebagai bahan bakar boiler, insinerator, mesin diesel dan generator. Kategori sampah yang termasuk PP antara lain tong sampah, bungkus snack, kotak DVD, dll. Sampah plastik yang termasuk kategori PE, misalkan kantong plastik biasa, tutup botol plastik, dll. Sedangkan PS meliputi sampah seperti sterofom, dll.
            Proses pirolisis dilakukan pada suhu 400 – 450 derajat Celcius tanpa menggunakan katalis. Hasil pirolisis dari campuran PE dan PP akan menghasilkan bahan bakar cair yang setara dengan bensin, kerosene, solar dan heavy oil, dimana persentase keempatnya tergantung dari persentase campuran PE dan PP yang diinputkan ke dalam reaktor. Sedangkan cairan hasil pirolisis PS hanya mengandung styrenemonomer, styrene dimer dan styrene trimer, yang jika dimurnikan akan menjadi bahan baku dari plastik. Selain itu hasil pirolisis PS juga dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar cair lain dengan persentase kurang dari 20%.
            Dengan metode pirolisis ini, sampah plastik kini dipandang bukan lagi sebagai sampah saja namun sebagai sumber energi yang dapat berguna bagi kemaslahatan masyarakat. Berbagai teknologi untuk mengolahnya sudah tersedia, tinggal bagaimana kemauan dari pemerintah dan masyarakat untuk menerapkannya di Indonesia sehingga ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, dimana kita sudah mulai mengimpor untuk memperolehnya, dapat dikurangi secara bertahap.

KEUNTUNGAN MEMBUAT BAHAN BAKAR DARI LIMBAH PLASTIK
            Mencari bahan baku alternatif merupakan tujuan utama pemerintah belakangan ini, seperti bahan bakar yang terbuat dari limbah plastik ini. Selain sebagai bahan baku alternatif, mengolah limbah plastik ini juga dapat mengurangi kerusakan lingkungan. Sebab limbah plastik ini sulit terurai oleh lingkungan dan dapat mencemari lingkungan.
            Dengan dapat memanfaatkan limbah plastik juga akan menghemat pasokan minyak bumi yang ada. Jika dilakukan penelitian lebih lanjut, pemerintah tidak perlu lagi pengimpor minyak bumi dari luar negeri. Pemerintah juga tidak perlu lagi untuk menambang kekayaan minyak yang ada di Indonesia sehingga sumber daya alam yang ada di Indonesia dapat terawat dan terjaga kelestariannya.
            Lain halnya jika bahan bakar hasil pengolahan limbah plastik dijadikan peluang bisnis. Bagi manusia yang memiliki kratifitas dapat menjual bahan bakar yang terbuat dari limbah plastik. Jika dihitung secara matematis, untuk membeli bahan baku 1 kg plastik diperlukan biaya sebesar Rp 500, akan menhasilkan 1 liter bensin yang sekarang dipasarkan dipengecer sebesar Rp 8000. Oleh karena itu, banyak sekali keuntungan yang dapat dihasilkan dengan mengolah limbah plastik ini.




PENUTUP

            Saat ini plastik sudah begitu melekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Mulai dari kantong belanja, tempat makanan, botol minuman, hingga peralatan rumah tangga lainnya, hampir semuanya terbuat dari bahan plastik. Namun plastik juga menimbulkan masalah. Karena plastik merupaka bahan yang sulit terurai akibatnya plastik menjadi menumpuk dan menimbulkan limbah yang banyak. Dan sebagai manusia yang cinta terhadap lingkungan sebaiknya kita dapat mengolah limbah plastik dengan baik. Kita harus terus berinovasi menciptakan alat untuk mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar yang dapat meminimalisir kerusakan lingkungan dan habisnya sumber daya alam.  Keuntungan dari pengolahan limbah ini bisa dari segi limbah yang berkurang dan dari segi lainnya seperti saat sekarang ini bahan bakar langka maka kita bisa menggantinyaa dengan hasil pengolahan limbah plastik ini. Juga mengurangi minyak bumi yang digunakan untuk membuat plastik baru. Dari pengolahan limbah ini menimbulkan keuntungan mengurangi emisi gas kaca. Dan yang paling penting dengan adanya pengolahan limbah ini, percemaran lingkungan berkurang dan lingkunganpun menjadi bersih.
















DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar