UPAYA
UNTUK MEMPERTAHANKAN
KETAHANAN
NASIONAL YANG DINAMIS
Istilah ketahanan nasional sudah dikenal
diseluruh indonesia. Sebelum kita membahas upaya untuk mempertahankan ketahanan
nasional yang dinamis, kita perlu mengetahui dulu apa yang dimaksud dengan
ketahanan nasional yang dinamis itu. Dan yang dimaksud dengan ketahanan nasinal
yang dinamis adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi seluruh aspek
kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan, dan ketangguhan serta
mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala
tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan dari luar maupun dari dalam,
langsung maupun tidak langsung membahayakan integrasi, identitas, kelangsungan
hidup bangsa dan negara, serta perjuangan mengejar tujuan nasionalnya.
Suatu negara harus mempunyai ketahanan
nasional, karena akan ada ancaman-ancaman yang akan mengancam suatu negara
tersebut. Dari negara kita sendiri, Indonesia
bisa saja terancam dari dalam maupun dari luar negeri. Contoh
sederhananya banyak propinsi yang ingin memisahkan diri dari Indonesia seperti Aceh dengan organisasinya GAM ( Gerakan Aceh Merdeka), Bali dengan
GBM-nya (Gerakan Bali Merdeka),
Maluku dengan RMS-nya (Republik Maluku Selatan), Riau dengan Riau Merdeka,
serta Papua dengan OPM nya (Organisasi Papua Merdeka) dan masih
banyak lagi seperti pengklaiman budaya, kerusuhan yang terjadi di daerah -
daerah agama & ras. Belum
lagi gangguan dari negara lain yang ingin menguasai pulau - pulau kecil yang
termasuk berada di dekat wilayah NKRI.
Pada zaman sekarang pemuda adalah
generasi harapan bangsa. Maju tidaknya suatu bangsa bisa dilihat dari pemudanya
sehingga pemuda mempunyai tuntutan supaya berkualitas dan cerdas. Semakin
banyaknya pemuda yang berkualitas dan cerdas akan menjadi investasi besar bagi
perkembangan dan kemajuan bangsa. Selain generasi pemuda, pemerintah juga harus
ikut andil dalam upaya pertahanan ketahanan nasional ini. Pemerintah harus
mendukung ide dari para pemuda dan juga harus memfasilitasi para pemuda.
Berbagai cara bisa dilakukan untuk mempertahankan ketahanan nasional, dan yang
paling penting yaitu dari para pemudanya itu sendiri harus memiliki jiwa
kepempimpinan. Dalam buku John C. Maxwell dikatakan bahwa seorang pemimpin yang
ideal adalah pemimpin yang berada pada level tengah sehingga dia melakukan
proses kepemimpinan ke atas, ke samping dan ke bawah. Kalau pandangan Maxwell
ini diterapkan pada jiwa pemuda Indonesia, maka akan tercipta pemimpin-pemimpin
yang hebat untuk masa depan bangsa Indonesia.
Saat kita akan melakukan upaya
pertahanan nasional yang dinamis, kita perlu mengetahui asas, sifat dan konsep
dalam ketahanan nasional. Asas Ketahanan Indonesia adalah taat laku berdasarkan
nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 dan wawasan nusantara yang terdiri dari :
a. Asas
Kesejahteraan dan Keamanan
Asas ini sangat diperlukan dalam ketahanan nasional di
suatu negara. Kesejahteraan dan keamanan suatu negara dapat terwujud jika baik kesejahteraan
maupun keamanan harus selalu ada, berdampingan pada kondisi apapun.
b.
Asas Kekeluargaan
Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan,
kebersamaan, kesetaraan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam asas ini diakui adanya
perbedaan dan perbedaan tersebut harus dikembangkan secara serasi dalam suatu
hubungan.
c. Asas
komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu
Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek
kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan
persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi, dan selaras dari seluruh aspek
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian Ketahanan
Nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh,
menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral).
d.
Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar
Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap
aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Disamping itu, system
kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya. Dalam
proses interaksi tersebut dapat timbul berbagai dampak, baik yang bersifat
positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam maupun ke
luar, mencakup perilaku:
1.
Mawas ke dalam
Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat
dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemandirian
yang proporsional untik meningkatkan kualitas derajat kemampuan bangsa yang
ulet dan tangguh. Hal ini tidak berarti bahwa Ketahanan nasional mengandung
sikap isolasi atau nasionalisme sempit.
2.
Mawas ke luar
Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi,
dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis
luar negeri, serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan
ketergantungan, dengan dunia internasional. Untuk menjamin kepentingan
nasional, kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional, agar
memberikan dampak keluar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar. Namun
demikian, interaksi dengan pihak lain diuatamakan dalam bentuk kerjasama yang
saling menguntungkan.
Ketahanan Nasional memiliki sifat yang
terbentuk dari nilai-nilai yang terkadang dalam landasan dan asas-asasnya,
yaitu :
a. Mandiri
Untuk
mewujudkan upaya pertahanan ketahanan nasional yang dinamis, sifat mandiri ini
sangatlah penting. Dengan adanya kemampuan dan kekuatan sendiri serta keuletan
dan ketangguhan dan juga berprinsip dengan tidak mudah menyerah akan sangat
menguntungkan dalam perkembangan global.
b.
Dinamis
Ketahanan
nasional tidaklah tetap, karena dapat meningkat atau menurun sesuai dengan
kondisi dan situasi suatu negara tersebut. Oleh karena itu, saat kita akan
melakukan upaya untuk mempertahankan ketahanan nasional yang dinamis kita harus
senantiasa memikirkan jauh ke masa depan.
c.
Wibawa
Keberhasilan
mewujudkan ketahanan nasional akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa.
Makin tinggi tingkat ketahanan nasional makin tinggi pula nilai kewibawaan dan
tingkat daya tangkal yang dimiliki oleh suatu negara.
d.
Konsultasi dan Kerjasama
Saat melakukan upaya untuk
mempertahankan ketahanan nasional yang dinamis, sebaiknya tidak mengutamakan
sikap konfrontatif dan antagonistis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan
fisik semata, tetapi lebih mengutamakan sikap kerjasama serta saling menghargai
dengan mengandalkan kekuatan, moral dan kepribadian bangsa.
Di dalam upaya mempertahankan
ketahanan nasional yang dinamis, kita perlu mempertimbangan beberapa aspek
diantaranya :
a. Aspek
ekonomi
Ketahanan
Ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang
berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta
mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang egara dari luar
maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin
kelangsungan perekonomian bangsa dan egara berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
b.
Aspek Sosial Budaya
Ketahanan
sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamis budaya Indonesia yang berisi
keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi
segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun
dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan
kehidupan sosial budaya.
c.
Aspek Pertahanan dan Keamanan
Ketahanan pertahanan dan keamanan
diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa
Indonesia mengandung keuletan, ketangguhan, dan kemampuan dalam mengembangkan,
menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan hambatan yang datang dari luar
maupun dari dalam yang secara langsung maupun tidak langsung membahayakan
identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa dan negara Kesatuan
Republik Indonesia.
d.
Aspek Politik
Ketahanan pada aspek politik
diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan politik bangsa Indonesia yang
berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta
mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari
luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin
kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasar
Pancasila dan UUD 1945.
e.
Aspek Ideologi
Dapat diartikan sebagai kondisi
dinamis kehidupan ideologi bangsa Indonesia. Ketahanan ini diartikan mengandung
keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi
segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun
dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan
kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia.
Dengan
mengetahui asas, sikap, dan konsep tersebut suatu negara dapat mempertahankan
ketahanan nasional suatu negara tersebut. Konsep ketahanan nasional suatu
negara dilatarbelakangi oleh kekuatan apa yang ada pada suatu bangsa dan negara
sehingga ia mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya meskipun mengalami
berbagai gangguan, hambatan dan ancaman baik dari dalam maupun dari luar. Pandangan
dan pemikiran generasi mudalah yang berperan penting dalam upaya pertahanan
ketahanan nasional yang dinamis ini. Ketika seorang pemuda
ingin bertindak dan beraktivitas pasti akan mempertimbangkan segala
kemungkinannya dari apa yang dilakukan. Dengan pandangan yang luas dan
pemikiran yang positif dari hasil proses belajar menjadikan para pemuda itu
cerdas dalam bertindak dan beraktivitas sehingga apa saja yang dilakukan harus
bisa memberikan manfaat bagi banyak orang terutama bagi bangsanya atau minimal
bagi dirinya sendiri. Selain itu sebagai generasi harapan bangsa, pemuda
diharapkan mampu memahami konsep wawasan nusantara dan semangat yang tinggi
dalam setiap perjuangan. Pemikiran kritis dan jauh memandang ke masa depan
menjadi modal dalam menjalankan kontibusinya bagi kemajuan suatu bangsa demi
terwujudnya ketahanan nasional yang dinamis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar