Kamis, 21 Januari 2016

Upaya Untuk Mempertahanankan Ketahanan Nasional Ynag Dinamis



UPAYA UNTUK MEMPERTAHANKAN
KETAHANAN NASIONAL YANG DINAMIS

Istilah ketahanan nasional sudah dikenal diseluruh indonesia. Sebelum kita membahas upaya untuk mempertahankan ketahanan nasional yang dinamis, kita perlu mengetahui dulu apa yang dimaksud dengan ketahanan nasional yang dinamis itu. Dan yang dimaksud dengan ketahanan nasinal yang dinamis adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi seluruh aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan, dan ketangguhan serta mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan dari luar maupun dari dalam, langsung maupun tidak langsung membahayakan integrasi, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara, serta perjuangan mengejar tujuan nasionalnya.
Suatu negara harus mempunyai ketahanan nasional, karena akan ada ancaman-ancaman yang akan mengancam suatu negara tersebut. Dari negara kita sendiri, Indonesia bisa saja terancam dari dalam maupun dari luar negeri. Contoh sederhananya banyak propinsi yang ingin memisahkan diri dari Indonesia seperti Aceh dengan organisasinya GAM ( Gerakan Aceh Merdeka), Bali dengan GBM-nya (Gerakan Bali Merdeka), Maluku dengan RMS-nya (Republik Maluku Selatan), Riau dengan Riau Merdeka, serta Papua dengan OPM nya (Organisasi Papua Merdeka)  dan masih banyak lagi seperti pengklaiman budaya, kerusuhan yang terjadi di daerah - daerah agama & ras. Belum lagi gangguan dari negara lain yang ingin menguasai pulau - pulau kecil yang termasuk berada di dekat wilayah NKRI.
Pada zaman sekarang pemuda adalah generasi harapan bangsa. Maju tidaknya suatu bangsa bisa dilihat dari pemudanya sehingga pemuda mempunyai tuntutan supaya berkualitas dan cerdas. Semakin banyaknya pemuda yang berkualitas dan cerdas akan menjadi investasi besar bagi perkembangan dan kemajuan bangsa. Selain generasi pemuda, pemerintah juga harus ikut andil dalam upaya pertahanan ketahanan nasional ini. Pemerintah harus mendukung ide dari para pemuda dan juga harus memfasilitasi para pemuda. Berbagai cara bisa dilakukan untuk mempertahankan ketahanan nasional, dan yang paling penting yaitu dari para pemudanya itu sendiri harus memiliki jiwa kepempimpinan. Dalam buku John C. Maxwell dikatakan bahwa seorang pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang berada pada level tengah sehingga dia melakukan proses kepemimpinan ke atas, ke samping dan ke bawah. Kalau pandangan Maxwell ini diterapkan pada jiwa pemuda Indonesia, maka akan tercipta pemimpin-pemimpin yang hebat untuk masa depan bangsa Indonesia.
Saat kita akan melakukan upaya pertahanan nasional yang dinamis, kita perlu mengetahui asas, sifat dan konsep dalam ketahanan nasional. Asas Ketahanan Indonesia adalah taat laku berdasarkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 dan wawasan nusantara yang terdiri dari :
a.       Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Asas ini sangat diperlukan dalam ketahanan nasional di suatu negara. Kesejahteraan dan keamanan suatu negara dapat terwujud jika baik kesejahteraan maupun keamanan harus selalu ada, berdampingan pada kondisi apapun. 
b.      Asas Kekeluargaan
Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesetaraan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan dan perbedaan tersebut harus dikembangkan secara serasi dalam suatu hubungan.
c.       Asas komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu
Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi, dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian Ketahanan Nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral). 
d.      Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar
Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Disamping itu, system kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya. Dalam proses interaksi tersebut dapat timbul berbagai dampak, baik yang bersifat positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam maupun ke luar, mencakup perilaku:
1.      Mawas ke dalam
Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang proporsional untik meningkatkan kualitas derajat kemampuan bangsa yang ulet dan tangguh. Hal ini tidak berarti bahwa Ketahanan nasional mengandung sikap isolasi atau nasionalisme sempit.
2.      Mawas ke luar
Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi, dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri, serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan, dengan dunia internasional. Untuk menjamin kepentingan nasional, kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional, agar memberikan dampak keluar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar. Namun demikian, interaksi dengan pihak lain diuatamakan dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.
Ketahanan Nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terkadang dalam landasan dan asas-asasnya, yaitu :
a.    Mandiri
        Untuk mewujudkan upaya pertahanan ketahanan nasional yang dinamis, sifat mandiri ini sangatlah penting. Dengan adanya kemampuan dan kekuatan sendiri serta keuletan dan ketangguhan dan juga berprinsip dengan tidak mudah menyerah akan sangat menguntungkan dalam perkembangan global.
b.    Dinamis
        Ketahanan nasional tidaklah tetap, karena dapat meningkat atau menurun sesuai dengan kondisi dan situasi suatu negara tersebut. Oleh karena itu, saat kita akan melakukan upaya untuk mempertahankan ketahanan nasional yang dinamis kita harus senantiasa memikirkan jauh ke masa depan. 
c.    Wibawa
        Keberhasilan mewujudkan ketahanan nasional akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa. Makin tinggi tingkat ketahanan nasional makin tinggi pula nilai kewibawaan dan tingkat daya tangkal yang dimiliki oleh  suatu negara.
d.   Konsultasi dan Kerjasama
Saat melakukan upaya untuk mempertahankan ketahanan nasional yang dinamis, sebaiknya tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata, tetapi lebih mengutamakan sikap kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan kekuatan, moral dan kepribadian bangsa.
            Di dalam upaya mempertahankan ketahanan nasional yang dinamis, kita perlu mempertimbangan beberapa aspek diantaranya :
a.    Aspek ekonomi
        Ketahanan Ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang egara dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan perekonomian bangsa dan egara berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
b.    Aspek Sosial Budaya
        Ketahanan sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamis budaya Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya. 
c.    Aspek Pertahanan dan Keamanan
Ketahanan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia mengandung keuletan, ketangguhan, dan kemampuan dalam mengembangkan, menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan hambatan yang datang dari luar maupun dari dalam yang secara langsung maupun tidak langsung membahayakan identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia.
d.   Aspek Politik
Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan politik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasar Pancasila dan UUD 1945. 
e.    Aspek Ideologi
Dapat diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan ideologi bangsa Indonesia. Ketahanan ini diartikan mengandung keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia.
Dengan mengetahui asas, sikap, dan konsep tersebut suatu negara dapat mempertahankan ketahanan nasional suatu negara tersebut. Konsep ketahanan nasional suatu negara dilatarbelakangi oleh kekuatan apa yang ada pada suatu bangsa dan negara sehingga ia mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya meskipun mengalami berbagai gangguan, hambatan dan ancaman baik dari dalam maupun dari luar. Pandangan dan pemikiran generasi mudalah yang berperan penting dalam upaya pertahanan ketahanan nasional yang dinamis ini. Ketika seorang pemuda ingin bertindak dan beraktivitas pasti akan mempertimbangkan segala kemungkinannya dari apa yang dilakukan. Dengan pandangan yang luas dan pemikiran yang positif dari hasil proses belajar menjadikan para pemuda itu cerdas dalam bertindak dan beraktivitas sehingga apa saja yang dilakukan harus bisa memberikan manfaat bagi banyak orang terutama bagi bangsanya atau minimal bagi dirinya sendiri. Selain itu sebagai generasi harapan bangsa, pemuda diharapkan mampu memahami konsep wawasan nusantara dan semangat yang tinggi dalam setiap perjuangan. Pemikiran kritis dan jauh memandang ke masa depan menjadi modal dalam menjalankan kontibusinya bagi kemajuan suatu bangsa demi terwujudnya ketahanan nasional yang dinamis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar